Wednesday, February 11, 2009

Tulisan Untuk Tetap Menulis

Tulisan ini adalah tulisan dimana ketika aku ingin menulis tetapi tidak ada ide yang bisa ditulis. Akhirnya supaya aku bisa terus terbiasa dengan menulis, aku mencoba membuat tulisan ini yang inti dari tulisan ini adalah aku tetap harus menulis sekalipun aku tidak ingin menulis atau sekalipun tidak tahu kemana arah tulisan ini. Apa sih arti dari tulisan ini, aku sendiri pun tidak tahu, karena aku ingin mencoba membiarkan pikiran ini menulis tanpa memikirkan buruk atau bagusnya tulisan ini, indah atau tidak nya padanan kata tulisan ku, dengan tulisan ini aku hanya menuntut diriku untuk selalu menulis, mengapa karena aku ingin menjadi seorang penulis dimana ketika perasaan enggan menulis pun aku harus menulis....

Menulis..oh…menulis aku mulai jatuh cinta padamu, meskipun belum sebesar cinta seorang ibu kepada anaknya. Aku mulai merasakan getaran-getaran cintaku padamu wahai menulis, aku ingin selalu menggerakkan tanganku diatas sebuah papan keyboard sekalipun aku tak tahu harus menulis apa. Inilah bukti cinta ku kepadamu, tulisan ini yang aku sendiri pun tak tahu sebelumnya harus menulis apa, tapi ku ikuti saja apa yang ada didalam pikiran ku ini, dan tertulis lah beberapa kata perkata dan kalimat yang melintas dengan spontan dan tanganku pun dengan senang hati, menjentikkan jari-jari jemari menelusuri dan mencari setiap huruf-huruf yang diingini oleh otakku ini.

Perlahan setiap paragraf yang ku tulis aku coba membacanya ulang, dan melanjutkan paragraph berikutnya, aku tidak memikirkan aturan dalam penulisan seperti apa, inti dari setiap paragraph apa, oh menulis aku tak perduli dengan semua itu, aku akan terus menulis, entah orang senang atau tidak, tapi ini kebahagian ku tersendiri ketika aku menulis, rasanya sedikit isi pikiran tertuang dalam tulisan.

Ups…aku lupa, aku sedang mengerjakan tugas akhir, jadi sampai disini saja “menulis”, lain kali aku akan menulis lagi.

Baca Selengkapnya »»

Filosofi Ikhlas

Seperti kita ketahui menurut ajaran agama yang kita yakini dan kita percayai masing-masing, suatu amal ibadah tidak akan diterima oleh Tuhan, ketika amal tersebut dengan niat yang tidak ikhlas, riya karena ingin dipuji, memberi dengan tujuan tersembunyi, atau ada udang dibalik batu begitulah sedikit pepatah mengumandangkan. Oleh sebab itu Ikhlas merupakan tolak ukur diterima atau tidaknya suatu amal ibadah.

Tapi, pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya, memang benar diterima atau tidaknya ibadah yang kita lakukan adalah urusan Tuhan dan Ialah yang Maha tahu, tapi bukankah Tuhan selalu menjelaskan dan menggambarkan peristiwa-peristiwa dimana ada sebagian manusia yang memberi tapi dengan menghardik, ibadah dengan bermaksud riya, menyebut-nyebut dengan bangga hati setiap pemberian yang dikeluarkan, merekalah orang-orang yang tidak diterima amal ibadahnya, perbuatan mereka ibarat pasir diatas sebuah kaca, dimana angin meniupkannya dengan kencang, dan terbanglah semua pasir tersebut, dan bersihlah sudah kaca tersebut. Gambaran peristiwa tersebut tak lain mengajarkan kepada kita bahwa ikhlas adalah gerakan keselarasan antara perbuatan dan niat(hati), dan ikhlas butuh sebuah pembelajaran...

Saya jadi teringat kembali sebuah perkataan yang terlontar dari mulut seorang teman saya tentang “filosofi orang bodoh tentang ikhlas”, orang bodoh tersebut mengutarakan “ikhlas itu ibarat kita membuang, maaf…kotoran yang ada didalam perut kita”. Awalnya saya merasa risih dan kurang menerima filosofi yang diutarakan oleh teman saya tersebut, mengapa ? koq ikhlas disamakan dengan kotoran, tapi setelah saya pikir-pikir kembali filosofi tersebut memang ada benarnya juga.


Ketika saya mencoba memikirkan lebih dalam filosofi orang bodoh itu tentang ikhlas, ternyata ada ibrah yang dapat diambil sedikit tentang makna ikhlas, mengapa ?, poin pertama apakah pernah kita menyesali setiap kotoran kita yang terbuang atau sengaja ingin dibuang, sudah dapat dipastikan bahwa tidak ada satu orang pun yang menyesal (kecuali orang yang tidak waras..he2),. Poin kedua ketika kita termasuk diri saya sendiri, ketika membuang kotoran apa yang kita rasakan, lega..yah…lega, perut terasa rileks, (ups.kecuali..orang yang mencret). Pernahkah kita merasa berat hati mengeluarkan kotoran dari perut kita (Kecuali yang kita keluarkan emas..he2) dan kecewa ketika kotoran keluar dari perut kita.

Dan pernahkah kita membicarakan dan mengumbar betapa bangganya kita membuang kotoran, betapa hebatnya karena kita membuang kotoran dengan banyak, jika terjadi seperti itu mungkin orang lain akan menjauhi kita, menganggap kita orang yang kurang waras. Terakhir yang paling penting, ketika kita membuang kotoran sesaat itupun kita melupakannya, he..he…mungkin tidak akan pernah ada orang yang memikirkan bayangan-bayangan indah ketika membuang kotoran, seketika itupun kita pasti melupakannya.

Sekarang, apa maksud dari semua itu, silahkan saya, anda dan kita, telusuri kembali diri kita sejauh mana kita belajar ikhlas, sejauh mana ibadah-ibadah yang kita lakukan, sejauh mana pemberian-pemberian kita. Semua ini tak lain demi peningkatan wujud ibadah kita kepada-Nya.

Baca Selengkapnya »»

Sunday, February 8, 2009

IT gak Nge-IT or Blind IT, Siapa Yang Salah ?

Dilema buat seorang mahasiswa IT terutama gw. adalah ketika seorang mahasiswa IT lulus menjadi seorang sarjana (Katanya)..yang membawa embel-embel ST, tepat dibelakang namanya. Melangkah, mancari dan menelusuri lubang-lubang pekerjaan yang kosong dengan berjubel spesifikasi yang harus dipenuhi oleh para freshgraduate. Gw inget tulisan seorang teman gw "di indonesia seorang IT sperti di tuntut menjadi SUPERMAN, dimana ia harus menguasai begitu banyak kemampuan, wow...wow...", sedangkan (tanpa ada niatan menyalahkan kampus) kampus hanya memberikan sekian percen ilmu IT kepada kita.

Mari melirik diri kita masing-masing syukur2 kalo kita adalah orang-orang yang memiliki skil yang power full dengan tabungan penguasaan bahasa pemrograman menumpuk, penguasaan ini, itu. Tapi lihatlah, telusuri lah rekan-rekan seperjuangan kita yang lainnya....


Jangan hanya melihat perorangan, memang tidak menafikkan bahwa beberapa orang (tidak semua...(*_^) piss ah) sudah memilki arah yang jelas, mereka memiliki sebuah kacamata yang dengan kacamata itu menerangi arah langkah mereka nantinya.

Bahkan mahasiswa yang berada di semester akhir, gilanya lagi mahasiswa di semester ujung tanduk, penentuan antara pemutihan or lulus. Tidak tahu akan kemana mereka melangkah sesudah lulus. Mencoba melamar tapi spesifikasi yang dinginkan sungguh gila-gilaan, ujung-ujungnya seorang IT harus rela membuang simbol IT nya mentah-mentah kedalam sebuah tong, dengan bekerja di bidang yang jauh sekali dengan keteknikan seorang IT.

So..siapa yang salah..eits...tenang dulu, tulisan ini tidak ada niatan buat menyalahkan pihak-pihak tertentu.

Saran gw buat adek-adek (cek ile adek)...semester awal or tengah semester, belajar dengan sungguh-sungguh, tentukan arah kalian nanti, bayangkan dalam pikiran kalian sasaran tembak apa nanti yang akan dibidik, jangan sampai lulus dengan IPK miris, Kemampuan tiris, al hasil menjadi seorang lulusan IT, bak sebuah mangga dengan tampak matang tapi ternyata mentah, bak seorang dengan mata rabun tanpa kacamata.

Buat dosen (Ups...maaf Bapak-bapak dosen), si bodoh ini (saya) sedikt kasih masukan buat bapak-bapak, pak....kami tau mahasiswa itu adalah orang dewasa yang sudah menentukan arah, tapi belum tentu kami bisa mengarahkan diri kami dengan baik, alangkah baiknya setiap bapak membagikan ilmu, sharing pengalaman, tapi berikan juga wejengan-wejengan , arahan-arahan, akan kemana sih seorang anak IT, untuk apa sih nantinya kita belajar hitungan, fisika, TBO (he...yang ini susah buat lulus), pasti semua nya tidak percuma. Karena menurut desas-desus suara mahasiswa, mahasiswa tidak cinta dengan mata kuliah karena mereka menganggap untuk apa belajar ini, itu bok nantinya untuk apa gak tau.

Buat kampus...tolong lebih perhatikan lagi dari segi peningkatan kualitas bukan hanya kuantitas, sarana, dan penjurusan untuk mahasiswa IT, karena sangkin luasnya IT, mahasiswa bingung untuk menekuni bagian yang mana.

Alkhir kata....

Sebagai Mahasiswa yang dapet bonus semester, gw minta maaf ke semua pihak jika ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Tapi niat gw baik.

Baca Selengkapnya »»

Wednesday, January 28, 2009

10 Racun Psikologi

Racun pertama : Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkimpoian, problem seksual, dll...
Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.


Racun ketiga : Egoistis
Nyinyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya : Bersikap sosial
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya : Keyakinan diri
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih.. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya : Rendah hati
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain..

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan.. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Ketika kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia, gunakan cara diatas sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindardari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang !!!

sumber:http://www.calonakhwat.blogspot.com/


Baca Selengkapnya »»

Musuh Dalam Selimut itu bernama ROKOK !

Sedikit berbagi pengalaman bagaimana perjuangan ku keluar dari sebuah candu yang memang sulit untuk di lepaskan, yup…sebatang rokok bagai teman bahkan sahabat yang mengiringi kehidupan masa lalu ku. Berawal dari coba-coba, karena saat itu lingkungan pertemanan berkubang pada trend merokok, dimana bocah-bocah pelajar yang bila tidak pandai menggenggam dan mengisap sebatang rokok dicap bagai seorang banci. Sebuah paradigma kerdil yang tercuat dalam tongkrongan bocah-bocah berseragam.

Coba-coba yang kemudian berlanjut menjadi sebuah candu, diawal terjerumus dalam dunia rokok, prinsip awal yang ku genggam adalah aku akan merokok apabila aku ditawari (read : rokok gratisan), tapi lama kelamaan virus-virus yang menempel pada sebatang rokok mulai menggerayapi diriku, virus-virus tersebut seolah-olah menarik diriku pada sebuah keadaan dimana “tak ada kamu (rokok) aku sepi”, sebatang perlahan berubah menjadi bilangan batang yang bertambah, akhirnya virus-virus tersebut mulai menguasai diriku, hari-hari ku mulai di temani dengan genggaman sebatang kepulan asap, yang terkadang aku sendiri tidak mengerti padahal rokok tak memiliki rasa layaknya permen yang beraneka rasa………


Mungkin inilah yang dinamakan candu, terutama candu itu begitu terasa pada berbagai kejadian, ketika selesai makan, rasanya virus-virus rokok bekerja begitu giat, merangsang diriku untuk memberikan asupan baru sebatang bahkan lebih rokok, terkadang aku berprinsip tanpa rokok luapan perkataan dari mulutku sulit keluar ketika menghadapi lawan bicara, ketika dalam arena begadang, ketika dalam kesunyian sebatang rokok bagai teman sejati yang tahu kapan harus berbagi dan mengisi.

Tetapi, ternyata Ia(Rokok) pembual besar, ternyata rokok seorang musuh dalam selimut yang menyamar sebagai seorang sahabat, ternyata ia memiliki misi-misi yang menghancurkan hamper sebagaian organ tubuh kita, perlahan tapi pasti ia menggerogoti paru-paru kita, jantung, bahkan menurut informasi yang ku peroleh, sebatang rokok mengurangi sekian menit or detik umur kita, bahkan hal yang paling lucu, perusahaan pembuat rokok mengiklankan dampak-dampak buruk dari rokok, tapi tetap menjual dengan produksi yang semakin meningkat. Mengapa, aku begitu bodoh dan mudah dibodohi, jelas-jelas rokok itu berbahaya, tapi “nafsu” mengalahkan segalanya.

Sadar ku mulai tumbuh bahwa rokok adalah musuh dalam selimut, ketika gejala-gejala batuk berujung kepada penyakit paru-paru akibat rokok mengenai diriku, akhirnya aku pun harus berobat rutin, mulai saat itu aku sadar, dengan “niat dan tekad” yang kuat, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa, aku harus berhenti merokok, tapi gak sampai disitu saja, harus ada tindakan nyata yang harus (bukan hanya ingin) dilakukan, perlahan memang sulit, tapi insyaAllah dengan modal keinginan dan tekad yang kuat, rintangan, godaan kembali untuk merokok, dapat kita atasi.

Alhamdulillah, sudah kurang lebih 3 tahun aku berhenti merokok, bahkan sekarang sedikit pun gak ada rasa ingin mencoba sekalipun, percayalah setelah berhenti merokok ada sebauah kebahagian tersendiri, dan ternyata hidup tanpa rokok jauh lebih indah.
Gak Nge-Rokok So What !

Baca Selengkapnya »»

Sunday, January 25, 2009

Menyikapi kegagalan

Tugas Akhir, buat sebagian mahasiswa mungkin dianggap sebagai tantangan dan ujian
terakhir sebagai wadah pembuktian diri sebagai seorang intelek muda yang nantinya layak menyandang gelar sebagai seorang sarjana, walaupun Tugas Akhir bukan ukuran pasti menjamin menjadikan mahasiswa calon sarjana sebagai sarjana yang produktif dengan kualitas bidang keilmuaan nya yang baik. Tetapi melalui Tugas Akhir yang dilakukan dengan penelitian yang real (read : bukan plagiat atau copy/paste or copy/paste but edit dikit) dapat dijadikan sedikit landasan bahwa mahasiswa tersebut layak dinobatkan
sebagai seorang sarjana. Tapi mungkin buat sebagian mahasiswa lainnya, Tugas akhir
bak sebuah beban berat, bak sebuah penghalang yang membentengi mahasiswa untuk mengenakan sebuah pakain kehormatan (Toga), dan secarik kertas yang berharga(ijazah) yang ditempuh dengan 3.5, 4, 5, 6 tahun bahkan lebih dari itu. But..secara pastinya
Tugas Akhir itu dianggap seperti apa, tergantung mahasiswa tersebut menganggap Tugas akhir itu apa.

Awal gw punya cerita, gw dah niat jauh-jauh hari sekitar semester 7 dan 8, gw punya
target awal tugas akhir harus di ambil dan di selesaiin di semester 9. Gak lupa rencana
baik ini gw informasikan ke orang tua, dan respon mereka pun bagus, dan mendukung gw
dengan sangat. Karena mereka pengen lihat gw lulus dan kerja, like my brother.

Akhirnya tepat di semester 9, dengan tekad bulat but tanpa konsep rencana yang jelas, gw beranikan diri ngambil mata kuliah tugas akhir. Tetapi apa boleh buat sekarang pra sidang dah berlangsung, but sampai detik ini gw belum dapat masalah yang benar-benar masalah, bukan masalah yang diada-adain buat diangkat jadi tugas akhir. Akhirnya dengan berat hati gw harus rela semester ini gw harus mundur skripsi.

Sedih yang bukan main, karena banyak pihak yang kecewa, terutama kedua orang tua gw, dan diri gw sendiri, karena gw kecewa, gw gak berusaha dengan sungguh-sungguh, gw gak komitmen dengan tujuan, gak profesial dan proporsional dalam menempatkan diri.

Berat..berat, buat cerita ke orang tua, walaupun orang tua sudah ikhlas kalau gw mundur, cuma perasaan bersalah ini sampai detik ini masih hinggap dalam diri gw.

Ama dan Apa "i'm Sorry"

Apa yang harus gw lakuin ?
Menerima bahwa gw mundur, dan ikhlas bahwa mungkin kegagalan gw kali ini, sebuah pesan peringatan buat gw, kegagalan kali ini pelajaran buat gw bahwa terkadang kita harus ikhlas dengan apa yang menimpa kita,sekalipun sebuah kedukaan, di balik itu kita harus yakin bahwa dibalik kegagalan, sekalipun sering kali terulang pasti tersimpan sepercik keberhasilan.

Baca Selengkapnya »»

Wednesday, September 10, 2008

Mengabdi Dan Merangkai Jati Diri


PengMas –BEM untuk Bangsa -

PengMas (Pengabdian Masyarakat) merupakan agenda berikutnya dari BEM STT-PLN periode kepengurusan 2007-2008 dibawah kepemimpinan Fajar Sidik TE ’04, yang baru saja terealisasi setelah beberapa agenda sebelumnya yang telah berlangsung yaitu BCM (Bulan Cerdas Mahasiswa), Latihan Keterampilan Manajamen Mahasiswa Pra Tingkat Dasar (LKMM Pra TD I & II), Aksi dan Seruan Mahasiswa yang dikomandoi oleh DepLu.

PengMas dengan tema “BEM untuk Bangsa” ini merupakan agenda yang terlahir dari ide salah satu Departemen yang berada dibawah naungan BEM STT-PLN yaitu Departemen PSDM dan didukung secara penuh oleh seluruh jajaran kepengurusan untuk dapat mengonsep dan merealisasikan kegiatan ini, yang nantinya diharapkan sebagai pembuka pintu awal, untuk keberlangsungan secara kontinyu kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diadakan baik oleh BEM khususnya dan seluruh civitas akademika STT-PLN.

Landasan yang membuat kegiatan ini pantas untuk diadakan, salah satunya belum adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh elemen kampus STT-PLN baik dari BEM sendiri, ormawa, dan civitas akademika lainnya, dimana mahasiswa mengabdikan diri baik dari bidang pendidikan berdasarkan disiplin ilmu yang dimilikinya maupun dari tenaga yang dimilikinya, atau apapun yang dapat diberikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, selain itu semoga dengan berlangsungnya kegiatan ini dengan baik, nantinya dapat memberikan sebuah paradigma baru bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan tenaga kita sebagai seorang mahasiswa.

Kegiatan PengMas yang dimulai dari tanggal 26 Agustus s/d 02 September 2008, yang bertempat di Kampung Tegal Malaka, Desa Panyindangan –PURWAKARTA-, alasan memilih daerah tersebut sebagai tempat untuk mengabdikan diri selama 8 hari penuh adalah karena daerah tersebut setelah melalui beberapa survei masih banyak membutuhkan bantuan secara intensif terutama dari dua bidang yaitu pendidikan dan infrastruktur.

Target yang hendak dicapai oleh BEM STT-PLN pada kegiatan PengMas yang baru pertama kali diadakan ini adalah pemberian penyuluhan dan bantuan pengajaran kepada siswa-siswi SDN dan SMP Panyindangan 2, kemudian pemberian bantuan berupa pakain, perlengkapan ibadah, penerangan, instalasi listrik, dan dari bidang infrastruktur berencana memberikan bantuan berupa pembangunan sebuah MCK, pembuatan papan informasi, dan targetan diluar itu adalah memberikan bantuan apapun yang dapat diberikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Bidang Pendidikan merupakan salah satu targetan yang cukup penting , karena setelah melalui beberapa survei dengan beberapa orang tenaga pengajar, masyarakat, maupun dengan siswa-siswi, ternyata masih kurangnya perhatian pemerintah khususnya terhadap perkembangan sekolah baik dari gedung sekolah yang terlantar, kualitas pendidikan yang masih sangat minim sekali, tidak seimbangnya tenaga pengajar dengan jumlah murid dan kelas. Kemudian anggapan yang masih keliru dari orang tua yang beranggapan bahwa anaknya cukup hanya disekolahkan asal bisa membaca dan menulis, karena ujung-ujungnya akan dinikahkan sekalipun dalam usia yang masih dini. Kemudian kekurang yakinan para siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kurangnya keberanian siswa-siswi dalam berkomunikasi.

Untuk Bidang infrastruktur target yang hendak di realisasikan adalah pemberian bantuan berupa bangunan yang dapat dipergunakan secara massal oleh warga yaitu pembangunan MCK dengan tetap memanfaatkan swadaya masyarakat dengan mengikutsertakan warga dalam pengerjaan pembuatan MCK, pembuatan papan informasi yang di rasa sangat di perlukan sekali, karena informasi-informasi yang datang baik dari pemerintah daerah, kecamatan, kepala Desa, belum dapat tersampaikan secara menyeluruh ke seluruh warga karena belum adanya papan informasi untuk keperluan tersebut, kemudian bantuan penerangan dan perbaikan instalasi listrik.

Setelah melalui beberapa rencana, proses, usaha, rintangan selama 8 hari penuh dalam pengabdian masyarakat ini, dengan beberapa targetan yang telah dicanangkan sebelumnya, dan syukur kami dari seluruh jajaran BEM STT-PLN kehadirat Tuhan YME, akhirnya Tuhan berkehendak untuk mengabulkan doa, mimpi, dan harapan kami, karena semua agenda dan rencana kami dapat terealisasi, sekalipun kami tidak menafikkan bahwa apa yang kami berikan tidaklah seberapa dan sempurna, dan kami hanya mengharapkan semoga sesuatu yang kecil ini baik dari tenaga, ilmu, atau apapun yang kami sumbangkan dicatat sebagai suatu amal ibadah di hadapan-Nya.

Dan semoga dengan PengMas ini, membukakan mata hati kita sebagai seorang Mahasiswa dan manusia bahwa masih banyak saudara kita yang membutuhkan sentuhan tangan kita, mereka tidaklah meminta banyak, dengan kedatangan kita pun sudah menjadi pelipur dahaga untuk diri mereka. Tetapi mereka akan memberikan sesuatu yang tak ternilai dengan uang, tak ternilai dengan kelelahan diri, tak ternilai dengan cucuran keringat, air mata, dan darah. Mereka memberi “arti hidup dan kehidupan”, mereka mengajarkan “kebersamaan”,”persaudaraan” dan mereka memberi “jalan untuk merangkai jati diri ” sebagai seorang manusia sesungguhnya.


Baca Selengkapnya »»